TRIBUNNEWS.COM - Sebuah penelitian baru di Finlandia menunjukkan bahwa kasus sulit tidur bisa jadi menurun dan penderita insomnia lebih mungkin untuk meninggal lebih cepat dibandingkan orang dengan pola tidur yang sehat.Menurut laporan media Finlandia, Senin (4/7/2011), penelitian tersebut adalah yang pertama yang mengaitkan insomnia dengan risiko kematian. Penelitian tersebut dilakukan oleh Institute of Occupational Health melalui kerja sama dengan University of Helsinski dan Finnish National Institute for Health and Welfare. Dalam studi terhadap orang kembar yang berskala luas, para peneliti Finlandia mengikuti status kesehatan 12.500 pasangan kembar dewasa selama 1990 sampai 2009, demikian laporan Xinhua, Selasa. Sebanyak 20 persen peserta menderita gejala kurang tidur, termasuk kesulitan untuk mulai tidur, terbangun pada larut malam dan tidur yang tidak mengembalikan stamina tubuh. Dibandingkan dengan orang kembali yang tidak identik, orang kembar identik lebih mungkin u...
Ketika semua orang berlomba-lomba 'hidup' di jejaring sosial, aktris cantik Emma Stone justru memutuskan untuk menutup akun Facebooknya. Alasannya tak lain adalah karena Emma kecanduan bermain game lewat Facebook! Berakhirnya hidup Emma secara digital lewat Facebook ini diakunya setelah merasa bahwa dirinya terlalu 'tergantung' pada permainan FarmVille, yang bisa diakses lewat akun Facebook. Bintang EASY A ini mengaku dirinya jadi terlalu sibuk mengelola peternakannya, menanam tanaman, merawat binatang, dan menjual hasil peternakannya, sampai-sampai tak bisa bekerja. Saking sibuknya 'beternak', akhirnya Emma memutuskan untuk menutup akun Facebooknya agar bisa berkonsentrasi pada hidup dan karirnya di dunia nyata. "Aku jadi kecanduan FarmVille, jadi aku harus berhenti," ujar Emma. Cerita selebriti mengenai permainan virtual ini tak hanya terjadi pada Emma. Mei lalu, Lady GaGa sempat meluncurkan single terbarunya, Born This Way, justru melalui p...
Sepertinya majalah Vanity Fair 'salah langkah' ketika memilih Justin Bieber sebagai model sampulnya untuk edisi Februari. Pasalnya, meski boleh jadi Bieber super populer, namun ternyata tak mampu mendongkrak penjualan majalah ini. Penyanyi remaja ini mungkin bisa menggaet 10 juta follower di Twitter, namun sepertinya hal ini tak berlaku dalam hal penjualan majalah. Tak hanya tak mampu meningkatkan penjualan, majalah edisi Februari ini tercatat sebagai majalah paling tak laku selama 12 tahun terakhir. Kabarnya, banyak pembaca Vanity Fair yang tak menyangka Bieber akan menjadi sampul majalah ini, dan akhirnya hanya bisa terjual sebanyak 246.000 kopi. Angka ini memecahkan rekor penjualan terburuk sejak Will Smith menjadi model sampulnya pada tahun 1999 silam. Dan 'nasib' Bieber ini sepertinya tak berbeda ketika dirinya menjadi sampul majalah remaja. Pelantun tembang Baby ini sempat 'nampang' di sampul depan majalah Teen Vogue edisi Oktober 2010, dan hany...
Komentar
Posting Komentar