Selayaknya seorang anak mendapatkan kasih sayang dan dukungan penuh dari kedua orang tuanya walaupun, anak tersebut sudah beranjak dewasa. Seperti kisah ryuko, dimana sejak kecil ryuko tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya. Orang tua ryuko sibuk dengan urusan pekerjaan mereka ,masing-masing. Hingga tak ada lagi waktu luang yang tersisa untuk sekedar bercengkrama dengan ryuko. Terlebih lagi di era globalisasi seperti sekarang ini. Karir menjadi hal utama dalam tujuan hidup dikarenakan, kebutuhan hidup saat ini sangatlah mahal. Terlebih lagi jika dalam satu keluarga mereka memiliki anak lebih dari dua, tiga ataupun empat. Pastinya pemenuhan kebutuhan mereka semakin besar. Maka dari itu orang tua ryuko sibuk dengan pekerjaan mereka demi memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat. Ryuko terkadang berfikir apakah, pekerjaan lebih penting dibandingkan aku?. Pemikiran tersebut muncul ketika ryuko menginjak bangku sekolah dasar. Sesungguhnya, orang tua ryuko sangat menyayanginya. ...
Ketika semua orang berlomba-lomba 'hidup' di jejaring sosial, aktris cantik Emma Stone justru memutuskan untuk menutup akun Facebooknya. Alasannya tak lain adalah karena Emma kecanduan bermain game lewat Facebook! Berakhirnya hidup Emma secara digital lewat Facebook ini diakunya setelah merasa bahwa dirinya terlalu 'tergantung' pada permainan FarmVille, yang bisa diakses lewat akun Facebook. Bintang EASY A ini mengaku dirinya jadi terlalu sibuk mengelola peternakannya, menanam tanaman, merawat binatang, dan menjual hasil peternakannya, sampai-sampai tak bisa bekerja. Saking sibuknya 'beternak', akhirnya Emma memutuskan untuk menutup akun Facebooknya agar bisa berkonsentrasi pada hidup dan karirnya di dunia nyata. "Aku jadi kecanduan FarmVille, jadi aku harus berhenti," ujar Emma. Cerita selebriti mengenai permainan virtual ini tak hanya terjadi pada Emma. Mei lalu, Lady GaGa sempat meluncurkan single terbarunya, Born This Way, justru melalui p...
TRIBUNNEWS.COM - Sebuah penelitian baru di Finlandia menunjukkan bahwa kasus sulit tidur bisa jadi menurun dan penderita insomnia lebih mungkin untuk meninggal lebih cepat dibandingkan orang dengan pola tidur yang sehat.Menurut laporan media Finlandia, Senin (4/7/2011), penelitian tersebut adalah yang pertama yang mengaitkan insomnia dengan risiko kematian. Penelitian tersebut dilakukan oleh Institute of Occupational Health melalui kerja sama dengan University of Helsinski dan Finnish National Institute for Health and Welfare. Dalam studi terhadap orang kembar yang berskala luas, para peneliti Finlandia mengikuti status kesehatan 12.500 pasangan kembar dewasa selama 1990 sampai 2009, demikian laporan Xinhua, Selasa. Sebanyak 20 persen peserta menderita gejala kurang tidur, termasuk kesulitan untuk mulai tidur, terbangun pada larut malam dan tidur yang tidak mengembalikan stamina tubuh. Dibandingkan dengan orang kembali yang tidak identik, orang kembar identik lebih mungkin u...
Komentar
Posting Komentar